Selasa, 31 Januari 2012

BIRRUL WALIDAIN


     Sesungguhnya, segala puji bagi Allah SWT kita memujinya memohon pertolongan dari padanya, meminta ampunan darinya dan meminta perlindungan dari padanya dari kejahatan diri kita serta keburukan amal kita, sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Muhammad, utusan yang mulia dan imam-imam orang yang bertakwa,juga seluruh keluarga dan para sahabat beliau, amma ba’du.
Birrul walidain istilah ini berasal langsung dari nabi Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Abdullah ibn Mas’ud seorang sahabat nabi yang terkenal bertanya pada rasullullah tentang amalan apa yang paling disukai oleh Allah SWT , beliau menyebutkan pertama sholat pada waktunya kedua birrul walidain dan yang ketiga jihad fisabilillah.Dapat kita lihat bahwa Birrul walidain termasuk dalam amalan yang paling dicintai Allah SWT .Tapi kita lihat fenomena yang terjadi pada masyarakat pada saat ini banyak anak yang tidak lagi menghormati kedua orang tua mereka dimana orang tua hanya dijadikan “pelayan” untuk mereka yang dapat disuruh sekehendak hati dan memenuhi segala kebutuhannya.Dan menganggap bahwa kebaikan kedua orang tua merupakan kewajibannya tanpa mempedulikan hak-hak kedua orang tua mereka.Maka merekalah orang orang yang hina budi pekertinya dan selalu durhaka terhadap kedua orang tuanya Rasullulah bersabda:
“Dosa –dosa besar  adalah mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua ,membunuh orang dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari).

     Di dalam ajaran  islam birrul walidain menempati kedudukan yang istimewa kita diperintahkan untuk ihsan kepada  ibu dan bapak, Allah SWT berfirman:
“Dan kami wasiatkan kepada umat manusia supaya berbuat kebaikan kepada dua orang ibu bapak.” (QS. Almaidah 29).
Allah SWT dan rasulnya menempatkan orang  tua pada posisi yang sangat istimewa sehingga berbuat baik pada keduanya menempati posisi yang sangat mulia dan sebaliknya durhaka kepada keduanya menempati posisi yang sangat hina. Hal demikian menurut hemat kita, mengingat jasa bapak ibu yang sangat besar sekali dalam reproduksi dan regenerasi umat manusia secara khusus Allah SWT mengingatkan,betapa besar jasa dan perjuangan seorang ibu dalam mengandung, menyusui, merawat,dan mendidik anaknya dijelaskan dalam al-quran Allah berfirman :
“Dan kami perintahkan kepada manusia (supaya berbuat  baik ) kepada dua orang ibu bapaknya ;ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan bertambah lemah dan menyusukan dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kedua orang tuamu, hanya kepadakulah tempat kembali.(QS. Luqman  31)
Dalam sebagian cerita hiburan yang ada disebutkan, bahwa ada seorang mendengar seorang arab badui (pedalaman) sedang menggendong ibunya yang thawaf mengililingi ka’bah, sambil berdendang ria.
“Sesungguhnya aku mempunyai hewan tunggangan yang jinak untuk dia ketika para penunggang berlarian aku sendiri tidak lari aku tidak mengendong, padahal ibuku telah menyusui aku lebih banyak.Allah SWT Tuhanku yang memiliki keagungan lebih besar .
Kemudian orang itu menoleh kearah ibnu abbas dan berkata apakah engkau melihat aku bahwa aku sudah memenuhi haknya “ Ibnu abbas menjawab , ”tidak dan tidak ada sesuatu yang menyamai sedikitpun perasaan sakit yang diderita ibumu ketika melahirkan. Tetapi engkau telah berbuat baik Allah SWT akan membalasmu dari yang sedikit menjadi banyak “.
Dapat kita pahami dari riwayat tersebut bahwa pengorban seorang ibu dan bapak tidak dapat dibalas dengan seluruh kebaikan yang ada didunia ini. Betapa besar jasa kedua orang tua kita yang telah melahirkan,merawat kita hingga tumbuh menjadi dewasa dan mandiri.Dimana saat kita masih kanak-kanak diajarkan olehnya cara berbicara cara,memakai pakaian,dan mengurusi diri kita sendiri tanpa kita sadari bahwa orang tua adalah guru yang mengajarkan banyak hal pada kita.
Didalam berbakti kepada kedua orang tua kita tidak terbatas akan ruang dan waktu,baik kedua orang tua kita masih hidup maupun telah meninggal.Ada riwayat yang mengisahkan bahwa salah seorang dari kaum Anshor datang kepada Rasullulah shallallahu a’lai wa sallam bersabda “ ya, ada yaitu empat hal: mendoakan kedunya, melaksanakan janji keduanya, memuliakan teman-teman keduanya, menyambung sanak famili dimana engkau tidak mempunyai hubungan kekerabatan kecuali dari jalur keduanya setelah kematian keduanya (diriwayatkan Abu Daud).
Rasulullah bersabda :
“sesungguhnya bakti terbaik adalah hendaknya seorang anak tetap menyambung hubungan keluarga ayahnya setelah ayahnya menyambungnya” (Diriwayatkan Muslim).
Setelah orang muslim mengetahui hak kedua orang tua atas dirinya dan menunaikan dengan sempurna karena mentaati Allah SWT Ta’ala dan merealisir wasiat-wasiatnya, juga menjaga etika- etika  terhadap keduanya yaitu:
Taat kepada kedua orang tua dalam semua perintah dan larangan keduanya, selamnya didalamnya tidak terdapat kemaksiatan kepada Allah SWT, dan pelanggaran terhadap syariatnya, karena manusia tidak berkewajiban taat kepada manusia sesamanya dalam bermaksiat  kepada Allah SWT, berdasarkan dalil berikut :
“Sesunguhnya ketaatan itu hanya ada dalam kebaikan .”(Muttafaq alaih)
Hormat dan menghargai kepada keduanyadengan perkataan dan perbuatan yang baik,tidak menghardik dan tidak mengangkat suara diatas suara keduanya,  tidak berjalan didepan keduanya,tidak mendahulukan istri dan anak atas keduanya, tidak memanggil keduanya dengan namanya namun memanggilnya dengan panggilan ,”Ayah, Ibu,”dan tidak bepergian kecuali dengan izin dan kerelaan keduanya.
Berbakti kepada keduanya dengan apa saja yang mampu ia kerjakan,dan sesuai dengan kemampuannya,seperti memberi makan pakaian kepada keduanya,mengobati penyakit keduanya,menghilangkan madzarat dari keduanya, dan mengalah untuk kebaikan keduanya.
Menyambung hubungan kekerabatan kecuali dari jalur kedua orang tuanya,mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melakasanakan janji janjinya , dan memuliakan teman –teman keduanya.

     Berbuat baik ataupun berbakti kepada kedua orang tua merupakan manifestasi ketaatan kita terhadap perintah Allah SWT dan rasulnya dan derajat berbuat baik kepada keduanya lebih tinggi daripada derajat bersikap adail. Bahkan  Allah SWT memposisikan perbuatan baik untuk keduanya setelah beribadah kepada-Nya secara langsung, seperti dalam firman-Nya:
Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.(Al-Isra’:23) .
Dan nerakalah tampat bagi orang –orang yang durhaka kepada keduanya“Sesungguhya Allah SWT mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua, menahan hak,dan mengubur hidup anak permpuan. Allah SWT membenci untuk kalian gosip, banyak bertanya ,dan menyia-nyiakan harta’(Muttafaq alaih).
Dengan berbakti terhadap keduanya maka kita telah berbuat baik dan Allah SWT akan membalas dari apa yang sedikit menjadi banyak . Baik di dunia maupun di akhirat, Amin.



DAFTAR PUSTAKA

1. DR. Najih Ibrahim ,1424 H, Kepada aktivis islam,cetakan pertama, Rabitha     Pustaka.
2. Dr. Muhammad khan Fatimah, 2002,Etika muslim sehari-hari, cetakan pertama, Darr khan Berut.
3. Dr. H Yunahar Ilyas, Lc, M , 1999, Kuliah ahklaq, Pelajar ofset.
4. Abu Bakr Jabir Al-jazairi, 2001,Minhajul Muslim,Cetakan kedua ,Darul falah Jakarta timur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar